Profil
Bea Cukai Sentani merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang melayani secara khusus wilayah Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan sekitarnya di Provinsi Papua. Berlokasi strategis di kawasan Sentani yang menjadi pintu gerbang utama udara dan darat di Papua, kantor ini memiliki peran vital dalam pengawasan arus barang, pelayanan kepabeanan dan cukai, serta perlindungan masyarakat dari produk ilegal berbahaya.
Sebagai representasi negara di daerah frontier, Bea Cukai Sentani menyelenggarakan tiga fungsi strategis:
-
Fasilitator Perdagangan dan Industri
Bea Cukai Sentani aktif memberikan layanan bagi para pelaku usaha, termasuk industri besar, pelabuhan, pelayaran, UMKM lokal, serta mitra ekspor-impor. Proses pengajuan dokumen kepabeanan (PIB, PEB), penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA), fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), serta koordinasi Kawasan Berikat dilakukan secara cepat dan efisien melalui sistem DJBC digital (e‑customs). Hal ini penting untuk mendukung kelancaran perdagangan lintas pulau dan peningkatan daya saing produk Papua serta Nusantara. -
Pelindung Masyarakat
Kantor ini melaksanakan pengawasan ketat pada barang masuk maupun keluar, terutama untuk menghindarkan masyarakat dari risiko rokok ilegal tanpa pita cukai, minuman keras dan miras tradisional ilegal, kosmetik dan obat-obatan tidak berizin, serta barang impor berbahaya lainnya. Melalui operasi pasar, inspeksi gudang dan terminal, Bea Cukai Sentani bekerja sama erat dengan instansi penegak hukum—Polri, TNI, Satpol PP—serta dinas kesehatan dan pemerintah daerah. Upaya ini menjaga kesehatan, keamanan, dan ekonomi masyarakat dari dampak barang ilegal. -
Pengawal Penerimaan Negara
Melalui pungutan bea masuk, bea keluar, cukai hasil tembakau, dan pungutan lainnya, Bea Cukai Sentani memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Pengawasan administrasi yang sistematis dan digital meminimalkan potensi kebocoran penerimaan, sekaligus memastikan keadilan fiskal bagi pengguna jasa.
Dalam rangka memperkuat ekonomi lokal dan literasi pasar ekspor, Bea Cukai Sentani melaksanakan berbagai program edukasi dan pemberdayaan:
-
Klinik Ekspor dan Pelatihan UMKM: Program konsultasi dan pendampingan teknis ekspor—termasuk dokumen, regulasi, packaging, serta akses pasar internasional untuk produk kebudayaan dan hasil alam Papua seperti kerajinan dan kopi.
-
Customs Visit Customers: Silahturahmi dan dialog langsung dengan pelaku usaha, asosiasi, dan stakeholder untuk evaluasi proses dan sosialisasi kebijakan terbaru.
-
Bea Cukai Mengajar dan Customs Goes to School: Kampanye edukatif di sekolah dan kampus, bertujuan membuka wawasan generasi muda Papua terhadap kepabeanan, kedaulatan fiskal dan bahaya barang ilegal.
Pengembangan transformasi digital menjadi fondasi operasional Bea Cukai Sentani. Layanan administratif, izin, pelaporan, dan konsultasi kini dapat diakses secara online melalui e‑customs dan portal resmi DJBC. Ini meningkatkan transparansi, mempercepat proses layanan, dan memberi kemudahan bagi masyarakat Papua yang tersebar di wilayah luas.
Nilai‑nilai utama seperti integritas, profesionalisme, akuntabilitas, kolaborasi, dan inovasi dijunjung tinggi. Pegawai rutin mengikuti pelatihan teknis regulasi dan teknologi, mengikuti standar kerja nasional, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah.
Dengan semangat modernisasi dan kepekaan kearifan lokal Papua, Bea Cukai Sentani berkomitmen menjadi lembaga publik handal yang adaptif terhadap kondisi geografis dan budaya setempat. Melalui pelayanan prima, kolaborasi luas, dan kontribusi fiskal yang signifikan, Bea Cukai Sentani mendukung kedaulatan negara, memperkuat ekonomi lokal, dan menjaga keamanan wilayah Papua secara berkelanjutan.